Lebaran idul Fitri tahun ini 2024 tidak ada yang istimewa. Kerinduan pada kue lebaran masa kecil susah ditemukan, generasi tahun 50 dan 60 an mulai berkurang karena takdir kematian. Era anak 70 an mulai menjadi orang tua namun tidak semua suka membuat kue jaman lama. Perlahan tradisi membuat kue lebaran sendiri bergeser menjadi kue buatan pabrik, kue kering dibungkus plastik atau kaleng hampir ada disetiap rumah sekelurahan, hampir sama rasa dan aromanya cuma beda merk dan gambar pada kemasan saja.
Kemana kue kue lebaran hasil karya sendiri... Mereka tersingkir bersama angin lalu. Dahulu saat tahun 80 an setiap bulan puasa melewati hari ke 15 hampir setiap rumah mulai sibuk penghuninya membuat kue lebaran olahan sendiri warisan dari nenek moyangnya, dari anak anak sampai kakek nenek bahu membahu demi terciptanya sebuah kue untuk pajangan diruang tamu dipersilakan siapa saja menikmatinya. Kue dodol tape biasanya beredar lebih dulu, ditandai dari banyaknya orang menjemur dodol tape yang sudah dibungkus plastik khusus , kue ini bisa langsung dimakan namun lebih enak lagi jika sudah kering oleh pancaran sinar matahari, semakin kering maka rasanya semakin nikmat dan tidak mudah berjamur. Penjemuran kue ini ada yang didepan rumah, dihalaman bahkan diatas genteng agar aman dari gangguan ayam atau kucing nakal yang suka iseng menumpahkan dan mengacak acak.
Wajik bandung salah satu jajanan dari ketan rasa manis dan gurih, sudah jarang ditemukan tahun ini, entah apa yang terjadi biasanya kue ini selalu ada ditoples toples rumah saat lebaran idul Fitri namun kejayaannya mulai pudar dikalahkan jajanan pabrik yang ada diminimarket atau pasar.
Ampyang juga mulai hilang dari peredaran, jajanan warna merah muda dengan rasa manis legit ini dulu senantiasa bersanding dengan dodol tape dan wajik bandung, namun kini mulai menghilang.
Sagon juga sudah sulit ditemukan ditoples jajanan lebaran, ada dua jenis sagon yaitu sagon uwur dan sagon panggang. Sagon panggang banyak dibuat oleh perusahan kue jadi masih gampang menemukannya namun sagon uwur harus bikin sendiri karena jajanan ini istimewa dan tidak semua orang bisa membuatnya karena prosesnya lumayan memakan waktu lama dan penuh perjuangan dalam mengosang oseng dipenggorengan tanpa minyak alias disangrai sampai tidak menggumpal dan gurih serta manisnya selaras.
Tentu disetiap dukuh atau pedesaan ada ciri khusus kue lebaran khas suatu daerah, jajanan yang istimewa adalah dodol sama gemblong, dahulu jajanan ini dibuat oleh orang orang kaya didesa karena biayanya tidak sedikit dan butuh beras ketan serta gula Jawa banyak serta santan kelapa, cara pembuatannya tidak cukup satu jam, pengolahannya penuh pengorbanan karena harus diaduk berkali kali dan rutin agar tidak gosong dan lengket benar benar memeras keringat, makanya pembuatan kue ini biasanya orang kaya dan keluarga besar sebab harus banyak buatnya. Beda dengan gemblong bisa dibuat sedikit satu atau dua kg beras ketan bisa jadi meski prosesnya tidak cepat juga yaitu ditumbuk diatas lumpang batu atau kayu memakai kayu blarak atau kelapa yang masih hijau, alangkah nikmatnya saat dimakan.
Semoga ditahun depan jajanan khas jaman dulu hadir kembali disaat idul Fitri untuk mengenang masa lalu yang indah, kenangan dimana momet hari raya adalah saatnya suka cita bertemu keluarga, tetangga, saudara dan teman kerabat baik teman sepermainan teman sekolah dan teman jauh yang jarang bertemu, ajang silaturahmi dengan siapa saja dimana saja saling memaafkan dan meminta maaf, alangkah indahnya saat bersantai menikmati jajanan warisan nenek moyang yang kini mulai hilang ditelan jaman.
